Judul
buku : Corporate Social Responbility
: From Charity to Sustainability
Penulis
: Ismail Solihin, S.E.
Penerbit
: Salemba Empat, 2009
PERENCANAAN,
IMPLEMENTASI, DAN EVALUASI PROGRAM CSR
A.
Penilaian Lingkungan dan Perencanaan CSR
Perencanaan
(planning) merupakan awal kegiatan
penetapan dari berbagai hasil akhir (objectives/goals)
yang ingin dicapai oleh perusahaan yang meliputi strategi, kebijakan, prosedur,
program, dan anggaran yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Meskipun sampai
saat ini masih terdapat kesulitan metodologis untuk menghubungkan pelaksanaan Corporate social Responbility (CSR)
ataupu corporate financial performance (CSP) dengan kinerja keuangan
perusahaan CSP , namun tujuan pelaksanaan CSR oleh perusahaan dapat dirumuskan
dengan jelas.
Ø Jenis
dan Benefit Program CSR
Kotler dan Lee (2006)
menyebutkan enam kategori program CSR, berikut ini :
1. Cause
Promotions. Dalam program ini perusahaan
menyediakan dana atau sumber daya lainnya yang dimilii perusahaan untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap suatu masalah sosial atau untuk
mendukung pengumpulan dana, partisipasi dari masyarakat, atau perekrutan tenaga
sukarela untuk suatu kegiatan tertentu. Benefit dari kategori ini menurut
Kotler dan Lee (2005) adalah :
a. Pelaksanaan
cause promotions oleh perusahaan akan
memperkuat postioning merek
perusahaan. Contohnya ; pelaksanaan cause
promotions yang dilakukan olehn
Anlene dengan menggugah kesadaran masyarakat akan bahaya osteoporosis dan
menghubungkan pencegahan osteoporosis tersebut dengan konsumsi Anlene, telah
menguatkan posisi merek Anlene sebagai susu yang dapat digunakan untuk mencegah
osteoporosis.
b. Dapat
urut menciptakan jalan bagi ekspresi loyalitas konsumen terhadap suatu masalah
sehingga bisa meningkatkan loyalitas konsumen terhadap perusahaan penyelenggara
promosi.
c. Memberikan
peluang kepada para karyawan perusahaan untuk terlibat salam suatu kegiatan
sosial yang menjadi kepedulian mereka.
d. Dapat
menciptakan kerjasama antara perusahaan dengan pihak-pihak lain, sehingga
memperbesar dampak pelaksanaan promosi.
e. Dapat
meningkatkan citra perusahaan, dimana citra perusahaan yang baik akan dapat
berbagai pengaruh positif.
2. Cause
Related Marketing. Dalam program ini perusahaan
memiliki komitmen untuk menyumbangkan presentase tertentu dari penghasilannya
untuk suatu kegiatan sosial berdasarkan besarnya penjualan produk. Kegiatan ini
biasanya didasarkan kepada penjualan produk tertentu, untuk jangka waktu
tertentu, serta untuk aktivitas derma tertentu. Benefit dari kategori ini
menurut Kotler dan Lee (2005) adalah :
a. Perusahaan
dapat menarik pelanggan baru melalui pelaksanaan CRM.
b. Aktivitas
CRM dapat menjangkau relung pasar (market
niche).
c. Aktivitas
CCRM dapat meningkatkan penjualan produk perusahaan.
d. Aktivitas
CRM dapat membangun identitas merek yang positif di mata pelanggan.
3. Corporate
Social Marketing. Dalam program ini, perusahaan
mengembangkan dan melaksanakan kampanye untuk mengubah perilaku masayarakat
dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan keselamatan publik, menjaga
kelestarian lingkungan hidup, serta meningkatkan kesejahteraan masayarakat. Benefit
yang diperoleh dalam program ini adalah :
a. Menunjang
postioning merek perusahaan.
b. Menciptakan
preferensi merek.
c. Dapat
ikut mendorong peningkatan penjualan terutama bila konsumen mengaitkan produk
perusahaan dengan perubahan perilaku yang diinginkan.
d. Pelaksanaan
CSM menarik mitra yang dapat diandalkan serta memiliki kepedulian yang sangat
besar untuk mengubah perilaki masyarkat.
e. Pelaksanaan
CSM dapat memberikan dampak yang nyata terhadap perubahan sosial.
4. Corporate
Philanthropy. Dalam program ini, perusahaan
memberikan sumbangan langsung dalam bentuk derma untuk kalangan masyarakat
tertentu. Sumbangan tersebut biasanya berbentuk pemberian uang secara tunai,
paket bantuan, atau pelayanan secara cuma-cuma. Beberapa benefit yang dapat
diperoleh antara lain sebagai berikut :
a. Meningkatkan
reputasi perusahaan.
b. Memperkuat
masa depan perusahaan melalui penciptaan citra yang baik di mata publik,
perolehan pemasok yang memiliki produk berkualitas tinggi, serta memperoleh
citra yang baik dari para pembuat peraturan yang akan berpengaruh terhadap
operasional perusahaan dimasa mendatang.
c. Memberi
dampak bagi penyelesaian masalah sosial dalam komunitas lokal.
5. Community
Volunteering. Dalam program ini, perusahaan mendukung
serta mendorong para karyawan, para pemegang frenchise atau rekan pedagang eceran untuk menyisihkan waktu mereka
secara sukarela guna membantu organisasi-organisasi masyarakat lokal maupun
masyarakat yang menjadi sasaran program. Beberapa benefit yang dapat diperoleh
anatara lain sebagai berikut :
a. Membangun
hubungan yang tulus antara perusahaan dengan komunitas.
b. Dapat
memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan perusahaan.
c. Meningkatkan
kepuasan dan motivasi karyawan.
6. Socially
Responbility Business Practice (Community Development). Dalam program
ini, perusahaan melaksanaan aktivitas bisnis melampaui aktivitas bisnis yang
diwajibkan oleh hukum serta melaksanakan investasi yang mendukung kegiatan
sosial dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan komunitas dan memelihara
lingkungan hidup. Beberapa benefit dalam program ini antara lain adalah :
a. Dapat
menghemat uang perusahaan, memberikan kontribusi terhadap keberlajutan
lingkungan hidup, serta meningkatkan kesadaran energi di antara para karyawan
perusahaan.
b. Meningkatkan
kesan baik komunitas terhadap perusahaan.
c. Bagi
perusahaan yang berhasil menjalankan kegiatan socially responbility business pratice, maka keberhasilan tersebut
akan menciptakan preferensi konsumen terhadap merek produk perusahaan.
d. Dapat
meningkatkan kepuasaan karyawan.
B.
Implementasi
Program CSR
Pelaksanaan
program CSR melibatkan beberapa pihak yaitu perusahaan, pemerintah, lembaga
swadaya, masyarakat, perguruan tinggi, serta calon penerima manfaat CSR. Oleh sebab
itu diperlukan beberapa kondisi yang menjamin terlaksananya program CSR. Kondisi Pertama, implementasi CSR memperoleh
persetujuan san dukungan daripihak terlibat. Kondisi Kedua, yang harus diciptakan untuk menunjang keberhasilan
implementasi program CSR adalah ditetapkannya pola hubungan diantar pihak-pihak
yang terlibat secara jelas. Kondisi ketiga,
adanya pengelolaan program yang baik. Pengelolaan program yang baik hanya dapat
terwujud bila terdapat kejelasan tujuan program, terdapat kesepakatan mengenai
strategi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan program dari para pihak yang
terlibat dalam pelaksanaan CSR.
C.
Pengawasan dan Evaluasi Program CSR
Pelaksanaan CSR perlu dipantau
untuk memastikan bahwa pelaksanaan program CSR tidak menyimpang dari rencana
yang telah ditetapkan. Pemantauan dan evaluasi juga diperlukan untuk mengetahui
sudah sejauh mana pencapaian tujuan program serta apakah terdapat penyimpangan
yang membutuhkan tindakan koreksi. Sebagai contoh, pada saat perusahaan
melaksanakan program CSR dalam bentuk pemberantasan buta huruf, maka pengawasan
dan evaluasi diperlukan untuk mengetahui apakah program pemebrantasan buta
huruf tersebut berjalan efektif yang dapat dilihat dari indikator jumlah
peserta yang dapat membaca huruf Latin setelah mereka mengikuti program ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar