Jumat, 26 Mei 2017

Budaya Perusahaan (Corporate Culture)

A. Definisi Budaya Perusahaan
Budaya secara umum diartikan sebagai kumpulan nilai, gagasan, sikap dan simbol lain yang kompleks dan bermakna yang melayani manusia untuk berkomunikasi, membuat tafsiran dan mengevaluasi sebagai anggota masyarakat. Budaya dan nilai-nilainya diteruskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi yang lain. secara langsung, kebudayaan juga melengkapi orang dengan rasa identitas dan pengertian perilaku yang dapat diterima di dalam masyarakat yang meliputi rasa diri dan ruang, komunikasi dan bahasa, pakaian dan penampilan, nilai dan norma serta kebiasaan kerja dan praktek.Budaya tidak hanya tercipta di lingkungan masyarakat. Dalam perusahaan, juga ditemukan model budaya yang tentunya sesuai dengan kebiasaan yang terjadi dalam lingkup kerja tersebut. ada banyak pengertian yang disampaikan oleh para ahli tentang budaya perusahaan.Secara garis besar, definisinya dapat disimpulkan sebagai suatu pola asumsi dasar yang dimiliki oleh anggota perusahaan yang berisi nilai-nilai, norma-norma dan kebiasaan yang mempengaruhi pemikiran, pembicaraan, tingkah laku dan cara kerja karyawan sehari-hari, sehingga akan bermuara pada kualitas kinerja perusahaan.Berdasarkan definisi budaya perusahaan menurut Denison, Daniel R (1990:2), budaya sendiri juga dapat dilihat dari empat aspek, yaitu:

·         Aspek keterlibatan

Tingkat keterlibatan yang tinggi dari karyawan akan meningkatkan rasa tanggung jawab yang secara tidak langsung meningkatkan komitmen mereka terhadap perusahaan. Rasa kebersamaan dan kekeluargaan tercipta dengan sendirinya, dimana sangat penting dalam membantu menyelesaikan pekerjaan.

·         Aspek konsistensi

Konsistensi menekankan nilai-nilai yang dimiliki perusahaan termasuk masalah komunikasi, kerjasama dalam melaksanakan pekerjaan, toleransi dan penghargaan terhadap prestasi. Hal tersebut memberikan dampak positif terhadap pencapaian tujuan organisasi dan perlu dibangun atau dikembangkan secara konsisten.

·         Aspek Adaptabilitas

Adaptabilitas sangat penting untuk mempermudah proses penyesuaian di dalam perusahaan terhadap berbagai perubahan lingkungan yang terjadi. Hal ini diperlukan untuk kelangsungan hidup perusahaan dan juga sebagai tantangan pengembangan perusahaan.

·         Aspek Misi

Menekankan pada pentingnya kejelasan misi dan tujuan dari organisasi bagi para anggotanya.Budaya perusahaan tidak hanya menjadi salah satu variabel yang berhubungan dengan penentuan peningkatan kinerja perusahaan, tetapi memiliki fungsi di dalam suatu organisasi antara lain memiliki suatu peran dalam batas-batas tertentu yaitu menciptakan perbedaan antara satu organisasi dengan organisasi yang lain.Selain itu, budaya digunakan untuk menyampaikan identitas bagi anggota-anggotanya. apabila setiap orang dalam perusahaan mampu menyelaraskan budaya dengan strategi organisasi, maka tujuan perusahaan akan lebih efektif untuk dicapai.Melihat persaingan di era global yang semakin tinggi, perusahaan dituntut untuk meningkatkan kinerjanya.Salah satu cara yang efektif untuk dilakukan adalah memiliki budaya perusahaan yang unggul. Dengan begitu, perusahaan akan memiliki modal untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain. bukan hanya berfokus pada masalah produksi dan teknologi, tetapi juga sistem pengelolaan organisasi untuk melakukan produksi.

B. Fungsi Budaya Perusahaan         
Beach dalam Aan Komariah, (2004:192) menyatakan ada 7 fungsi sebagai berikut:
1)        Memberi spesifikasi apa yang utama yang harus dilakukuan buat organisasi, sehingga ada standar pengurukuran baik terhadap keberhasilan ataupun kegagalan 2)        Memberi pedoman bagaimana cara menggunakan resources, dan untuk apa digunakan 
3)        Menetapkan apa yang dapat diharapkan oleh organisasi dari karyawan, dan sebaliknya
 4)        Membuat metode pengawasan perilaku dalam organisasi, mana yang sah, dan mana yang tidak sah, dimana letak kekuasaan dan bagaimana menggunakan kekeuasaan 
5)        Menetapkan mana perilaku yang boleh dilakukana dan mana yang tidak, dan menetapkan hukuman atau penghargaan 
6)        Menentukan suatu tatanan bagaimana anggota harus menciptakan kebersamaan sesama anggota dan bagaimana menghadapi non anggota, dalam hal berkompetisi, bekerjasama, berlaku sopan, dsb 
7)        Memberi petunjuk kepada anggota bagaimana memperlakukan lingkungan eksternal, aggresively, exploitatively, responsibly or proactively.  Sedangkan Robins (1996:253) menyatakan lima fungsi budaya organisasi, yaitu :
1)        Membedakan satu organisasi dengan organisasi lainnya.
2)        Meningkatkan sense of identity anggota.
3)        Meningkatkan komitmen bersama.
4)        Menciptakan stabilitas sistem sosial.
5)        Membuat mekanisme pengendalian yang memandu dan membentuk sikap dan perilaku karyawan.
               Perusahaan yang ingin maju harus memiliki budaya organisasi, yang sudah tertata dnegan baik, serta diikuti oleh seluruh personal organisasi. Kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam salah satu elemen budaya, harus segera diperbaiki, agar anggota organisasi tidak terlanjur membiasan diri dalam kelemahan yang ada.

C. Manfaat budaya perusahaan
Terdapat beberapa manfaat budaya perusahan. AB. Susanto (2002) mengemukakan manfaat yang diperoleh apabila budaya perusahaan itu dipahami dan dapat dilihat dari dua sisi, yaitu:
Bagi Sumber Daya Manusia 

1.      Memberikan arah atu pedoman berperilaku di dalam perusahaan. Dalam hal ini sumber daya manusia tidak dapat semena-mena bertindak atau berperilaku sekehendak hati, melainkan harus menyesuaikan diri dengan siapa dan dimana dia berada. 
1.      Mempunyai kesamaan langkah dan visi di dalam melakukan tugas dan tanggungjawab, masing-masing individu dapat meningkatkan fungsinya dan mengembangkan tingkat interpedensi antar individu atau bagian yang saling melengkapi dalam kegiatan usaha perusahaan. 
1.      Mendorong sumber daya manusia mencapai prestasi kerja atau produktivitas yang baik. Hal ini dapat dicapai apabila proses sosialisasi dapat dilakukan dengan tepat sasaran. 
1.      Memiliki atau mengetahui secara pasti tentang karirnya di perusahaan sehingga mendorong mereka untuk konsisten dan tanggungjawab.

Bagi Perusahaan 

1.      Sebagai salah satu unsur yang dapat menekan turn over karyawan ini dapat dicapai karena budaya perusahaan mendorong sumber daya manusia memutuskan untuk berkembang bersama perusahaan. 
1.      Sebagai pedoman di dalam menentukan kebijakan yang berkenaan dengan ruang lingkup kegiatan intern perusahaan seperti tata tertib, administrasi, hubungan antar bagian, penghargaan prestasi sumber daya manusia, penilaian kinerja, dan lain-lain.
1.      Untuk mengajukan kepada pihak eksternal tentang keberadaan perusahaan dan ciri-ciri khas yang dimiliki, ditengah-tengah perusahaan yang ada dimasyarakat. 
1.      Sebagai acuan dalam menyusun perencanaan perusahaan (corporate planning) yang meliputi (a) Pembentukan marketing plan, (b) Penentuan segmen pasar yang akan dikuasai, (c) Penentuanpositioning perusahaan yang akan dikuasai. 
1.      Dapat membuat program-program pengembangan usaha dan pengembangan sumber daya manusia dengan dukungan penuh dari seluruh jajaran sumber daya manusia yang ada.


Sumber: 
http://www.psychologymania.com/2012/12/manfaat-budaya-perusahaan.html?m=1
http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengertian-budaya-perusahaan-menurut.html?m=1

Visi dan Misi dalam sebuah UKM serta Budaya Perusahaan

A. Deskripsi Umum

Nama                       : CV Nutri Local Food

Tanggal berdiri        : 15 Januari 2014
Alamat Perusahaan : Depok
Jenis Perusahaan    : Home Industry (UKM) Bidang Kuliner
Jumlah Karyawan  : 4 orang
Produk                   : Biskuit TEMMA (tempe kurma), CAROMMA (mocaf koro kurma), CATEMMA (mocaf tempe kurma), dan BISMA (selai kurma)

B. Riwayat Perusahaan

Nutri Local Food yang mendeklarasikan diri dengan nama ”Rumah

Biskuit” merupakan salah satu UKM (home industry) di Kota Depok
bergerak dalam bidang produksi biskuit (cookies) yang berguna bagi
kesehatan (functional food).
Berdiri pada tanggal 15 Januari 2014 

C. Visi dan Misi Perusahaan
  • VISI
RUMAH BISKUIT menjadi UKM terdepan dalam meningkatkan status gizi dan kesehatan kelompok rawan gizi bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui,dan lansia .
  • MISI

a. Membantu pemerintah Indonesia dalam menangani masalah double

burden (gizi ganda) kelompok rawan gizi berupa gizi kurang dan gizi lebih sekaligus menurunkan risiko penyakit degeneratif seperti penyakit diabetes dan osteoporosis.
b. Menyediakan alternatif makanan terapi gizi PMT (Pemberian Makanan Tambahan) Pemulihan dan Penyuluhan kelompok rawan gizi di masyarakat bagi Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten, Kementerian Kesehatan, pihak swasta, dan LSM.
c. Meningkatkan pemanfaatan bahan baku lokal Indonesia seperti tepung tempe, tepung mocaf, dan tepung koro pedang sekaligus meningkatkan ketahanan pangan lokal Indonesia.
d. Menciptakan lapangan kerja ibu rumah tangga di lingkungan sekitar tempat produksi.

D. Budaya Perusahaan
Ada hal dalam budaya perusahaan dalam UKM ini adalah :
1. Sopan, senyum dalam melayani pelanggan
2. Selalu mementingkan kualitas produk yang dijual
3. Cekatan dalam melayani

Saran dari saya untuk budaya perusahaan memang belum diterapkan sepenuhnya tetapi untuk membuat nyaman konsumen di layani dengan baik. Untuk itu sebaiknya usaha ini menerapkan budaya perusahaan agar menciptakan loyalitas pelanggan nya. Seperti memiliki seragam khusus, berpenampilan rapi bersih agar menciptakn citra merek dari produk tersebut.



Senin, 01 Mei 2017

Corporate Social Responbility

Judul buku      : Corporate Social Responbility : From Charity to Sustainability
Penulis             : Ismail Solihin, S.E.
Penerbit           : Salemba Empat, 2009

PERENCANAAN, IMPLEMENTASI, DAN EVALUASI PROGRAM CSR

A.           Penilaian Lingkungan dan Perencanaan CSR
Perencanaan (planning) merupakan awal kegiatan penetapan dari berbagai hasil akhir (objectives/goals) yang ingin dicapai oleh perusahaan yang meliputi strategi, kebijakan, prosedur, program, dan anggaran yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Meskipun sampai saat ini masih terdapat kesulitan metodologis untuk menghubungkan pelaksanaan Corporate social Responbility (CSR) ataupu  corporate financial performance (CSP) dengan kinerja keuangan perusahaan CSP , namun tujuan pelaksanaan CSR oleh perusahaan dapat dirumuskan dengan jelas.

Ø   Jenis dan Benefit Program CSR
Kotler dan Lee (2006) menyebutkan enam kategori program CSR, berikut ini :
1.   Cause Promotions. Dalam program ini perusahaan menyediakan dana atau sumber daya lainnya yang dimilii perusahaan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap suatu masalah sosial atau untuk mendukung pengumpulan dana, partisipasi dari masyarakat, atau perekrutan tenaga sukarela untuk suatu kegiatan tertentu. Benefit dari kategori ini menurut Kotler dan Lee (2005) adalah :
a.   Pelaksanaan cause promotions oleh perusahaan akan memperkuat postioning merek perusahaan. Contohnya ; pelaksanaan cause promotions  yang dilakukan olehn Anlene dengan menggugah kesadaran masyarakat akan bahaya osteoporosis dan menghubungkan pencegahan osteoporosis tersebut dengan konsumsi Anlene, telah menguatkan posisi merek Anlene sebagai susu yang dapat digunakan untuk mencegah osteoporosis.
b.  Dapat urut menciptakan jalan bagi ekspresi loyalitas konsumen terhadap suatu masalah sehingga bisa meningkatkan loyalitas konsumen terhadap perusahaan penyelenggara promosi.
c.  Memberikan peluang kepada para karyawan perusahaan untuk terlibat salam suatu kegiatan sosial yang menjadi kepedulian mereka.
d.   Dapat menciptakan kerjasama antara perusahaan dengan pihak-pihak lain, sehingga memperbesar dampak pelaksanaan promosi.
e.   Dapat meningkatkan citra perusahaan, dimana citra perusahaan yang baik akan dapat berbagai pengaruh positif.
2.    Cause Related Marketing. Dalam program ini perusahaan memiliki komitmen untuk menyumbangkan presentase tertentu dari penghasilannya untuk suatu kegiatan sosial berdasarkan besarnya penjualan produk. Kegiatan ini biasanya didasarkan kepada penjualan produk tertentu, untuk jangka waktu tertentu, serta untuk aktivitas derma tertentu. Benefit dari kategori ini menurut Kotler dan Lee (2005) adalah :
a. Perusahaan dapat menarik pelanggan baru melalui pelaksanaan CRM.
b.   Aktivitas CRM dapat menjangkau relung pasar (market niche).
c.   Aktivitas CCRM dapat meningkatkan penjualan produk perusahaan.
d.  Aktivitas CRM dapat membangun identitas merek yang positif di mata pelanggan.
3.  Corporate Social Marketing. Dalam program ini, perusahaan mengembangkan dan melaksanakan kampanye untuk mengubah perilaku masayarakat dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan keselamatan publik, menjaga kelestarian lingkungan hidup, serta meningkatkan kesejahteraan masayarakat. Benefit yang diperoleh dalam program ini adalah :
a.     Menunjang postioning merek perusahaan.
b.    Menciptakan preferensi merek.
c.     Dapat ikut mendorong peningkatan penjualan terutama bila konsumen mengaitkan produk perusahaan dengan perubahan perilaku yang diinginkan.
d.    Pelaksanaan CSM menarik mitra yang dapat diandalkan serta memiliki kepedulian yang sangat besar untuk mengubah perilaki masyarkat.
e.  Pelaksanaan CSM dapat memberikan dampak yang nyata terhadap perubahan sosial.
4.  Corporate Philanthropy. Dalam program ini, perusahaan memberikan sumbangan langsung dalam bentuk derma untuk kalangan masyarakat tertentu. Sumbangan tersebut biasanya berbentuk pemberian uang secara tunai, paket bantuan, atau pelayanan secara cuma-cuma. Beberapa benefit yang dapat diperoleh antara lain sebagai berikut :
a.       Meningkatkan reputasi perusahaan.
b.    Memperkuat masa depan perusahaan melalui penciptaan citra yang baik di mata publik, perolehan pemasok yang memiliki produk berkualitas tinggi, serta memperoleh citra yang baik dari para pembuat peraturan yang akan berpengaruh terhadap operasional perusahaan dimasa mendatang.
c.     Memberi dampak bagi penyelesaian masalah sosial dalam komunitas lokal.
5. Community Volunteering. Dalam program ini, perusahaan mendukung serta mendorong para karyawan, para pemegang frenchise atau rekan pedagang eceran untuk menyisihkan waktu mereka secara sukarela guna membantu organisasi-organisasi masyarakat lokal maupun masyarakat yang menjadi sasaran program. Beberapa benefit yang dapat diperoleh anatara lain sebagai berikut :
a.   Membangun hubungan yang tulus antara perusahaan dengan komunitas.
b.   Dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan perusahaan.
c.   Meningkatkan kepuasan dan motivasi karyawan.
6.      Socially Responbility Business Practice (Community Development). Dalam program ini, perusahaan melaksanaan aktivitas bisnis melampaui aktivitas bisnis yang diwajibkan oleh hukum serta melaksanakan investasi yang mendukung kegiatan sosial dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan komunitas dan memelihara lingkungan hidup. Beberapa benefit dalam program ini antara lain adalah :
a.  Dapat menghemat uang perusahaan, memberikan kontribusi terhadap keberlajutan lingkungan hidup, serta meningkatkan kesadaran energi di antara para karyawan perusahaan.
b.      Meningkatkan kesan baik komunitas terhadap perusahaan.
c.  Bagi perusahaan yang berhasil menjalankan kegiatan socially responbility business pratice, maka keberhasilan tersebut akan menciptakan preferensi konsumen terhadap merek produk perusahaan.
d.   Dapat meningkatkan kepuasaan karyawan.

B.             Implementasi Program CSR
Pelaksanaan program CSR melibatkan beberapa pihak yaitu perusahaan, pemerintah, lembaga swadaya, masyarakat, perguruan tinggi, serta calon penerima manfaat CSR. Oleh sebab itu diperlukan beberapa kondisi yang menjamin terlaksananya program CSR. Kondisi Pertama,  implementasi CSR memperoleh persetujuan san dukungan daripihak terlibat. Kondisi Kedua, yang harus diciptakan untuk menunjang keberhasilan implementasi program CSR adalah ditetapkannya pola hubungan diantar pihak-pihak yang terlibat secara jelas. Kondisi ketiga, adanya pengelolaan program yang baik. Pengelolaan program yang baik hanya dapat terwujud bila terdapat kejelasan tujuan program, terdapat kesepakatan mengenai strategi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan program dari para pihak yang terlibat dalam pelaksanaan CSR.


C.            Pengawasan dan Evaluasi Program CSR

       Pelaksanaan CSR perlu dipantau untuk memastikan bahwa pelaksanaan program CSR tidak menyimpang dari rencana yang telah ditetapkan. Pemantauan dan evaluasi juga diperlukan untuk mengetahui sudah sejauh mana pencapaian tujuan program serta apakah terdapat penyimpangan yang membutuhkan tindakan koreksi. Sebagai contoh, pada saat perusahaan melaksanakan program CSR dalam bentuk pemberantasan buta huruf, maka pengawasan dan evaluasi diperlukan untuk mengetahui apakah program pemebrantasan buta huruf tersebut berjalan efektif yang dapat dilihat dari indikator jumlah peserta yang dapat membaca huruf Latin setelah mereka mengikuti program ini.